Sekolah Rakyat di Kabupaten Banyumas menjadi salah satu program pendidikan yang menarik perhatian masyarakat. Berbeda dari sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat dirancang dengan sistem pendidikan berasrama dan menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Di Banyumas, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas berada di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang. Pemerintah Kabupaten Banyumas memastikan sekolah tersebut siap digunakan untuk kegiatan pembelajaran pada tahun ajaran 2026/2027.

Apa Itu Sekolah Rakyat?

Gambar ilustrasi

Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan yang ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan pendidikan yang layak. Program ini tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar di kelas, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kemandirian melalui kehidupan di asrama.

Untuk Banyumas, sekolah ini dirancang sebagai sekolah dengan jenjang SD, SMP, hingga SMA. Pada tahap awal, kapasitas yang ditargetkan mencapai sekitar 270 siswa baru, meskipun dalam proses pemutakhiran data jumlah siswa yang terjaring kemudian mencapai 299 siswa, termasuk siswa existing.

Berlokasi di Sumbang

Sekolah Rakyat Banyumas dibangun di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap untuk mendukung sistem pendidikan sekaligus kehidupan siswa selama berada di lingkungan sekolah.

Beberapa fasilitas yang disiapkan antara lain ruang pembelajaran, asrama putra dan putri, asrama guru, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, dapur, gedung serbaguna, tempat ibadah, lapangan basket, serta mini soccer.

Dengan konsep tersebut, siswa tidak hanya datang ke sekolah untuk mengikuti pelajaran kemudian pulang, tetapi juga menjalani kegiatan di lingkungan asrama.

Siapa yang Menjadi Sasaran?

Sekolah Rakyat terutama menyasar anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dalam proses awalnya, pemerintah menyebut data sosial-ekonomi digunakan sebagai salah satu dasar untuk menentukan calon peserta didik.

Artinya, keberadaan Sekolah Rakyat bukan sekadar membuka sekolah baru, tetapi diharapkan menjadi salah satu jalan untuk membantu anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Menariknya, proses penerimaan siswa di Banyumas juga menunjukkan adanya tantangan tersendiri. Pada jenjang SD, jumlah siswa yang terjaring sempat jauh lebih sedikit dibandingkan kuota yang tersedia. Pemerintah menduga salah satu penyebabnya adalah kekhawatiran sebagian orang tua melepas anak yang masih kecil untuk mengikuti pendidikan dengan sistem asrama.

Mulai Berjalan pada 2026

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas dijadwalkan memulai rangkaian kegiatannya pada akhir Juli 2026. Pembukaan MPLS dimajukan menjadi 29 Juli 2026, kemudian kegiatan belajar mengajar ditargetkan mulai 1 Agustus 2026. Setelah itu, siswa mengikuti rangkaian MPLS dan matrikulasi sebagai tahap penyesuaian dengan sistem pembelajaran serta kehidupan di asrama.

Selain pembelajaran akademik, siswa juga mendapatkan kegiatan yang bertujuan membentuk kedisiplinan dan mental. Salah satunya melalui Program Bakti Taruna yang melibatkan taruna dari sejumlah akademi kedinasan.

Harapan untuk Pendidikan Banyumas

Kehadiran Sekolah Rakyat di Banyumas diharapkan dapat memberikan alternatif pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan fasilitas pendidikan, asrama, serta pembinaan karakter yang terintegrasi, program ini diharapkan tidak hanya membantu siswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi masa depan.

Pada akhirnya, Sekolah Rakyat bukan hanya tentang bangunan sekolah yang baru. Program ini membawa harapan agar kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih baik.

Sumber Referensi : Pemerintah Kabupaten Banyumas dan informasi terkait kesiapan Sekolah Rakyat Banyumas.