BANYUMAS – Festival Literasi Banyumas 2026 mulai digelar hari ini, Senin (14/9/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi salah satu agenda yang mendorong masyarakat untuk semakin dekat dengan dunia literasi.

Festival Literasi Banyumas 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14–16 September 2026 mulai pukul 08.30 hingga 17.00 WIB. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas dan terbuka untuk masyarakat umum.

Berdasarkan informasi yang tercantum dalam agenda Pemerintah Kabupaten Banyumas, Festival Literasi Banyumas menjadi salah satu kegiatan yang berlangsung pada pertengahan September 2026. Kehadiran festival tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus menikmati berbagai kegiatan yang berkaitan dengan literasi.

Literasi sendiri tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca buku. Di tengah perkembangan teknologi digital, kemampuan masyarakat dalam memperoleh, memahami, mengolah, serta menggunakan informasi juga menjadi bagian penting dari budaya literasi.

Gambar ilustrasi

Hal tersebut menjadi semakin relevan karena masyarakat saat ini semakin banyak memperoleh informasi melalui internet dan media sosial. Arus informasi yang cepat membuat kemampuan untuk memilah informasi menjadi kebutuhan penting, khususnya bagi generasi muda.

Festival literasi dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kegiatan membaca dan menulis dengan cara yang lebih menarik. Selain itu, kegiatan semacam ini juga dapat mempertemukan masyarakat dengan komunitas, pegiat literasi, maupun berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan budaya membaca.

Festival Literasi Banyumas 2026 juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan literasi di tengah masyarakat. Berdasarkan informasi penyelenggara, kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas di Jalan Jenderal Gatot Subroto Nomor 85, Purwokerto.

Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan ini dapat hadir selama rangkaian festival berlangsung. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kegiatan tersebut gratis dan terbuka bagi masyarakat umum.

Momentum ini sekaligus dapat dimanfaatkan untuk mengajak generasi muda agar tidak hanya menjadikan gawai sebagai sarana hiburan. Perangkat digital juga dapat digunakan untuk mencari pengetahuan, membaca berbagai referensi, mengikuti kegiatan edukatif, hingga menghasilkan karya.

Upaya meningkatkan budaya literasi menjadi semakin penting di tengah perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebelumnya juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi digital terhadap budaya membaca. Dalam Festival Literasi Jawa Tengah 2026 yang berlangsung di Semarang, pemerintah mendorong penguatan kembali budaya gemar membaca sekaligus pengembangan ruang literasi yang lebih sesuai dengan karakter generasi muda.

Konsep literasi yang berkembang saat ini juga tidak sebatas membaca buku secara konvensional. Literasi dapat mencakup kemampuan memahami informasi digital, mengenali informasi yang dapat dipercaya, serta menggunakan informasi secara bijak.

Karena itu, kegiatan festival literasi dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat bahwa membaca dan belajar tidak harus selalu dilakukan dalam suasana formal. Kegiatan yang dikemas secara interaktif dapat membuat literasi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bagi Banyumas, penyelenggaraan Festival Literasi 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem literasi di daerah. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan buku, pengetahuan, kreativitas, dan informasi.

Festival Literasi Banyumas 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (14/9/2026) hingga Rabu (16/9/2026). Masyarakat dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk datang dan mengikuti rangkaian kegiatan yang tersedia.

Dengan adanya festival ini, budaya literasi diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat terus berkembang menjadi kebiasaan masyarakat. Terlebih bagi generasi muda, kemampuan membaca, memahami informasi, dan berpikir kritis menjadi bekal penting di tengah derasnya arus informasi di era digital.

Sumber Referensi : RRI Purwokerto dan Pemerintah Kabupaten Banyumas.