PURWOKERTO – Layanan Trans Banyumas dijadwalkan kembali beroperasi pada 18 September 2026. Bersamaan dengan pengoperasian kembali tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga berencana melakukan penyesuaian terhadap sejumlah koridor yang selama ini dinilai sepi penumpang.

Rencana tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menyesuaikan layanan transportasi massal dengan kebutuhan masyarakat. Koridor yang memiliki jumlah penumpang rendah berpotensi dialihkan ke wilayah yang memiliki permintaan layanan transportasi lebih tinggi.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian dalam rencana tersebut di antaranya Wangon, Kemranjen, dan Tambak. Dengan adanya penyesuaian ini, layanan Trans Banyumas diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan transportasi umum.

Kembali Beroperasi 18 September

Gambar ilustrasi

Sebelumnya, operasional Trans Banyumas sempat terhenti. Pemerintah Kabupaten Banyumas kemudian menyiapkan pengoperasian kembali layanan tersebut pada 18 September 2026.

Kembalinya bus Trans Banyumas menjadi kabar yang dinantikan masyarakat, khususnya warga yang biasa menggunakan transportasi massal untuk beraktivitas.

Namun, saat kembali beroperasi nantinya, masyarakat juga perlu memperhatikan kemungkinan adanya perubahan rute atau koridor.

Pemindahan koridor bukan berarti seluruh layanan Trans Banyumas akan berpindah. Penyesuaian lebih ditujukan terhadap koridor yang dianggap kurang ramai agar armada dapat dimanfaatkan pada wilayah dengan kebutuhan penumpang yang lebih tinggi.

Pemerintah juga perlu mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah sebelum menetapkan perubahan rute secara resmi.

Dengan demikian, pengguna Trans Banyumas disarankan untuk kembali mengecek informasi mengenai rute dan koridor yang beroperasi mulai 18 September 2026, terutama bagi penumpang yang selama ini mengandalkan layanan tersebut.

Jika penyesuaian koridor berjalan sesuai rencana, Trans Banyumas diharapkan dapat memberikan pelayanan transportasi yang lebih efektif sekaligus menjangkau masyarakat di wilayah Banyumas yang membutuhkan akses angkutan umum.

Sumber Referensi : Radar Banyumas