Foto dan video seekor singa jantan di Batu Secret Zoo, Jatim Park 2, Kota Batu, Jawa Timur, tengah menjadi perhatian publik. Kondisi tubuh singa yang terlihat lebih ramping membuat sejumlah warganet mempertanyakan kondisi kesehatan serta pemenuhan kebutuhan pakan satwa tersebut.
Singa yang menjadi sorotan itu diketahui bernama Untung. Setelah foto dan video tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, pihak Jawa Timur Park Group akhirnya memberikan penjelasan mengenai kondisi satwa tersebut.
Gambar Ilustrasi
Foto Singa Untung Viral di Media Sosial
Perhatian publik bermula dari unggahan di media sosial yang menampilkan seekor singa jantan dengan tubuh terlihat kurus. Dalam unggahan yang beredar, foto tersebut disebut diambil oleh pengunjung pada 31 Juli 2026 di area Lion Feeding Section, Jatim Park 2.
Unggahan tersebut kemudian memunculkan berbagai pertanyaan mengenai kondisi Untung. Pengunggah mempertanyakan apakah kebutuhan pakan, berat badan, kondisi tubuh, hingga kesehatan singa tersebut rutin dipantau.
Dalam unggahan yang beredar, kondisi tubuh Untung secara visual bahkan diperkirakan memiliki Body Condition Score (BCS) sekitar 2 hingga 2,5 dari skala 5. Namun, penilaian tersebut disebut bukan merupakan diagnosis medis.
Perdebatan pun berkembang di media sosial. Sebagian masyarakat khawatir melihat kondisi tubuh Untung, sementara pihak pengelola kemudian memberikan klarifikasi agar kondisi satwa tersebut tidak dinilai hanya berdasarkan foto.
Jatim Park Ungkap Usia Singa yang Viral
Jawa Timur Park Group menjelaskan bahwa singa yang menjadi sorotan tersebut bernama Untung. Ia merupakan salah satu penghuni Batu Secret Zoo dan saat ini telah berusia 16 tahun.
Usia tersebut membuat Untung masuk dalam kelompok satwa senior atau geriatri. Menurut dokter hewan Batu Secret Zoo, drh. Prista Dwi Restanti, proses penuaan dapat menyebabkan perubahan komposisi tubuh pada satwa, termasuk berkurangnya massa otot.
Kondisi tersebut dapat membuat tubuh satwa yang sudah berusia lanjut terlihat lebih ramping dibandingkan satwa yang masih muda.
“Untung saat ini berusia 16 tahun dan merupakan singa tertua di Batu Secret Zoo,” jelas drh. Prista dalam keterangan yang disampaikan pihak pengelola.
Dengan demikian, tampilan tubuh Untung yang terlihat lebih kurus tidak secara otomatis dapat disimpulkan sebagai tanda kekurangan makanan ataupun penyakit.
Kondisi Singa Tidak Hanya Dinilai dari Penampilan
Pihak Batu Secret Zoo menjelaskan bahwa kondisi kesehatan satwa tidak dinilai hanya berdasarkan bentuk tubuh yang terlihat oleh pengunjung.
Dokter hewan dan tim perawatan mempertimbangkan sejumlah indikator, mulai dari massa otot, Body Condition Score (BCS), berat badan, nafsu makan, aktivitas, perilaku, hingga kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena setiap satwa mempunyai kondisi dan kebutuhan yang berbeda, terlebih ketika sudah memasuki usia lanjut.
Pihak pengelola juga menyatakan bahwa pemberian pakan untuk Untung disesuaikan dengan kebutuhan individunya. Beberapa faktor yang dipertimbangkan antara lain usia, berat badan, aktivitas, kondisi tubuh, serta kondisi kesehatan.
Tujuan perawatan, menurut pihak Jatim Park Group, bukan membuat satwa terlihat gemuk, melainkan menjaga agar kondisi tubuhnya tetap sehat dan nyaman sesuai kebutuhan biologisnya.
Mengapa Singa Senior Bisa Terlihat Lebih Kurus?
Proses penuaan tidak hanya terjadi pada manusia. Satwa yang memasuki usia lanjut juga dapat mengalami perubahan fisik.
Salah satu perubahan yang dapat terjadi adalah berkurangnya massa otot. Akibatnya, tubuh satwa senior bisa tampak lebih ramping dibandingkan ketika masih muda.
Dalam kasus Untung, usia 16 tahun membuatnya masuk kategori satwa senior. Pihak Jatim Park Group menyebut perubahan komposisi tubuh tersebut dapat terjadi pada satwa geriatri, termasuk kelompok felid atau kucing besar.
Karena itu, kondisi fisik yang terlihat melalui foto tidak cukup untuk menentukan apakah seekor satwa mengalami masalah kesehatan.
Pihak Jatim Park Terbuka terhadap Perhatian Masyarakat
Viralnya foto Untung menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap kesejahteraan satwa. Pihak Jawa Timur Park Group menyatakan memahami kekhawatiran yang muncul setelah kondisi Untung menjadi pembicaraan di media sosial.
Pengelola juga menyatakan terbuka terhadap komunikasi dan masukan dari masyarakat maupun komunitas pemerhati satwa.
Menurut pihak pengelola, kesejahteraan satwa merupakan bagian penting dari tanggung jawab dalam mengelola destinasi edukasi dan konservasi. Perawatan dilakukan bersama dokter hewan dan animal keeper dengan mempertimbangkan kebutuhan setiap individu satwa, termasuk satwa yang sudah memasuki usia senior seperti Untung.
Viral Bukan Berarti Bisa Langsung Menyimpulkan Kondisi Satwa
Kasus singa Untung menjadi pengingat bahwa foto atau video yang beredar di media sosial dapat menimbulkan banyak persepsi.
Tubuh satwa yang terlihat kurus memang dapat membuat masyarakat khawatir. Namun, kondisi kesehatan tidak bisa dipastikan hanya dari tampilan visual dalam sebuah foto.
Begitu pula sebaliknya, tubuh satwa yang terlihat lebih berisi tidak selalu berarti satwa tersebut dalam kondisi sehat.
Pemeriksaan dan pemantauan oleh dokter hewan tetap menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi satwa secara menyeluruh.
Untuk kasus Untung, pihak Jatim Park Group telah memberikan penjelasan bahwa singa berusia 16 tahun tersebut merupakan satwa senior dan kondisi tubuhnya dipantau berdasarkan berbagai indikator kesehatan.
Dengan klarifikasi tersebut, masyarakat kini memiliki informasi tambahan mengenai alasan tubuh Untung terlihat lebih ramping. Perhatian publik terhadap kesejahteraan satwa juga diharapkan tetap menjadi hal positif selama disertai informasi yang terverifikasi dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan.
Sumber: detikJatim, TIMES Indonesia, KETIK
Artikel ditulis berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan oleh sumber terkait.