Keselamatan Agama dengan Menahan Lisan dan Fokus pada Ibadah

Adab yang semestinya dimiliki penuntut ilmu di akhir zaman.

Sumber Tadhkirat al-Huffāẓ karya Imam al-Hafizh as-Syaikh al-Imām Shams ad-Dīn Abū ‘Abdillāh Muhammad bin Aḥmad ad-Dhahabī رحمه الله (dalam Tadhkirat al-Huffāẓ, juz 2/hal. 530) — yaitu sebuah karya biografi ulama dan perawinya:




📝 النَّصُّ العَرَبِيُّ (الأَصْلِيُّ)

قال الإمام الحافظ الذهبي رحمه الله تعالى:
«وَرُحِمَ اللهُ امرءاً أَقْبَلَ على شَأْنِهِ، وَقَصَرَ من لِسانِهِ، وَأَقْبَلَ على تِلَاوَةِ قُرْآنِهِ، وَبَكَى على زَمَانِهِ، وَأَدْمَنَ النَّظَرَ في الصَّحِيحَيْنِ، وَعَبَدَ اللَّهَ قَبْلَ أنْ يُبْغِتَهُ الأَجَلُ.»

مع إضافات توضيحية (تُقرأ كوحدة واحدة):

أَقْبَلَ على شَأْنِهِ = memusatkan perhatian pada urusan diri/akidah & amal

وَقَصَرَ من لِسانِهِ = membatasi lisannya

وَأَقْبَلَ على تِلَاوَةِ قُرْآنِهِ = tekun membaca Al-Qur’an

وَبَكَى على زَمَانِهِ = menangisi kondisi zaman/umat

وَأَدْمَنَ النَّظَرَ في الصَّحِيحَيْنِ = terus-menerus memperhatikan Ṣaḥīḥain (al-Bukhārī & Muslim)

وَعَبَدَ اللَّهَ قَبْلَ أنْ يُبْغِتَهُ الأَجَلُ = beribadah kepada Allah sebelum ajal tiba





🇮🇩 ترجمة سَيِّقِيَّة ومُحَسَّنة (bahasa Indonesia)

> Imam al-Hafizh as-Syaikh Shams ad-Dīn Abū ‘Abdillāh Muhammad bin Aḥmad ad-Dhahabī رحمه الله قال:

“Semoga Allah merahmati seseorang yang memusatkan diri pada urusannya sendiri, menahan lisannya, tekun dalam tadarus (telaah) Al-Qur’an, menangisi kondisi zamannya, gemar menelaah Ṣaḥīḥ al-Bukhārī dan Ṣaḥīḥ Muslim, serta beribadah kepada Allah sebelum ajal datang menjemputnya.”





💡 Catatan singkat penting

✔️ Sumbernya adalah kitab Tadhkirat al-Huffāẓ karya al-Dhahabī — sebuah kitab rujukan besar dalam ilmu rijāl dan biografi ulama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *